Header Ads

Apakah Ada Es (Air) di Planet Lain?



Di Bumi, kamu dapat menemukan es di banyak tempat — misalnya kutub Utara dan Selatan.

Tapi Bumi bukan satu-satunya dunia es yang kita tahu. Es dapat ditemukan di banyak tempat di tata surya kita: di planet, bulan, komet — dan bahkan di lingkaran planet raksasa seperti Saturnus.






Merkurius

Merkurius adalah planet terdekat dengan Matahari. Namun, itu tidak berarti terlalu panas untuk memiliki es.

Bahkan, Merkurius memiliki kawah yang sangat dalam yang tidak pernah melihat sinar matahari dan selalu dingin.

NASA melihat titik-titik terang di kutub utara dan selatan Merkurius. Para ilmuwan berpikir bahwa titik-titik terang itu sebenarnya es yang berada jauh di dalam kawah.

Es ini di Merkurius mungkin berasal dari komet dan meteor yang mengenai permukaan planet.


Mars

Kedua kutub di Mars memiliki lapisan es yang tumbuh dan menyusut seiring musim. Tutup es ini sebagian besar terbuat dari air. Selama musim dingin di dekat kutub, karbon dioksida di atmosfer membeku dan jatuh ke permukaan.



Pada 2017, Mars Reconnaissance Orbiter NASA mengambil foto bukit pasir di sekitar kutub utara Mars. Lereng bukit pasir ini tertutup salju dan es karbondioksida — yang sebut "es kering" di Bumi.

Uranus dan Neptunus

Uranus dan Neptunus keduanya mengandung kristal es yang terbuat dari bahan kimia yang disebut metana di atmosfer mereka.

Planet-planet ini juga memiliki metana, amonia, dan Es di dalamnya. Karena itu, Uranus dan Neptunus disebut "raksasa es"



Pluto

Lebih jauh di tata surya kita terletak planet kerdil Pluto. Tanah di Pluto sebenarnya terdiri dari oksigen dan nitrogen beku.

Pada 2016, misi New Horizons NASA menemukan rantai gunung di Pluto yang tertutup salju metana dan es.


Bulan (Bumi)



Bulan kita sendiri menunjukkan bukti adanya es di dalam kawah dekat kutub selatannya.

Kawah ini gelap dan dingin secara permanen. Beberapa pesawat ruang angkasa NASA, seperti Lunar Reconnaissance Orbiter, telah menemukan bukti es air.

Europa (Bulan Jupiter)

Europa adalah salah satu dari banyak bulan Jupiter. Para ilmuwan berpikir bahwa Europa memiliki lapisan es yang mengapung di lautan air asin menutupi seluruh bulan.

NASA sedang membangun pesawat ruang angkasa untuk mengunjungi Europa, yang disebut Europa Clipper, untuk menyelidiki apakah bulan ini memiliki kondisi yang cocok untuk kehidupan.

Ganymede (Bulan Jupiter)

Ganymede adalah bulan es Jupiter. Ganymede sebagian besar terbuat dari es air, tetapi juga memiliki inti berbatu



Callisto (Jupiter)

Bulan lainnya di Jupiter, Callisto terutama terdiri dari batu dan es air. Mungkin juga memiliki es lain seperti es amonia dan es karbon dioksida.

Enceladus

Saturnus memiliki lebih dari 60 bulan, yang sebagian besar terbuat dari es air.

Bulan Saturnus, Enceladus, memiliki lapisan es air di atas lautan asin. Air laut di Enceladus menyemprot ke angkasa melalui retakan di kerak es.

Semua es ini menjadikan Enceladus salah satu objek paling terang di tata surya kita!

Triton

Bulan terbesar Neptunus, yang disebut Triton, memiliki permukaan terdingin yang dikenal di tata surya kita.

Seperti halnya semua bulan Uranus dan Neptunus, itu terbuat dari es dan batu. Atmosfer Triton sebagian besar terdiri dari nitrogen.



Nitrogen ini membeku di permukaannya menutupi Triton dengan es nitrogen. Triton juga memiliki geyser.

Di Bumi geyser menyemprotkan air panas dan uap ke udara. Di Triton, geyser meledak dengan nitrogen cair dingin sebagai gantinya.

Sumber : Nasa